Laporan Praktikum Q

Senin, 04 Juli 2011

FASE METAMORFOSIS *episode 1*


Ajakan Febry

Malam hari saat sedang asik menikmati tayangan televisi, handphone ku berdering.
“ Ndri,,besok aku mau bicara sama kamu, penting.!”
            Nggak biasanya Febry sms gantung gini. Penting!. Apa yang penting, kenapa nggak disampaikan sekarang aja. Bantinku terus bermain memikirkan apa gerangan yang akan disampaikannya, untuk menutupi rasa penasaran, aku balas sms tersebut.
            “Bicara apa?”
            “Besok aja,,disekolah.”
            “Hummmm,,,OK.” dengan terpaksa aku mengikuti kemauannya, baiklah, aku tunggu sampai besok.
***
Saat ini di sekolahku sedang class meet dan seperti biasa, karna bertepatan dengan bulan Muharram maka pihak sekolah dibantu dengan OSIS mengadakan acara Khataman Qur’an untuk kelas XII, yang memang rutih diadakan sekolahku setiap tahun. Dibawah teriknya matahari dari lantai 2 aku dan teman-teman asik berbincang-bincang sambil memperhatikan anak-anak OSIS berlalu lalang di lapangan mempersiapkan acara. Di tengah asikan mengobrol handphoneku berdering.
“Ndri,,aku mau bicara”
“Dimana....??”
“Depan aja,,dibawah pohon dekat mobil OSIS yaaa.”
“Owh,,iyaaaa.”
Setelah berhasil merayu Ayu Indah untuk menemaniku, kami segera menuruni anak tangga menuju halaman depan sekolah menemui Febry. Dari kejauhan aku sudah melihat Febry duduk dibawah pohon. Tanpa segan langsung saja ku sapa.
“Kenapa, Feb?” tanyaku.
“Mmmm,,bisa nggak bicaranya berdua aja.” Dia meyadari Ayu Indah mengikutiku.
“Loch,,memangnya kenapa?” Gerutuku.
“Nggak kenapa napa. Sebentar aja kok.”
“Hummm,,ya sudah.” Aku mengisayaratkan pada Ayu untuk tetap menungguku. Aku dan Febry pergi agak menjauh.
“Kenapa sie Feb, penting banget yaaa.”
“Tenang, duduk dulu.” Febry menenangkanku yang mulai merasa tidak nyaman dengan sikapanya dan dia kembali angkat bicara.
“Gini,,kemaren aku dapat surat. Ada lomba mading 3 dimensi lagi, yang ngadaian PUSDIMA UNMUL. Nah,,rencananya aku mau rekrut kamu lagi jadi tim.” Jelasnya.
“Yaelah,,mau bicara gini aja ribet banget sieh.”
“Hehehehe,,,mau nggak.”
“Mau lah,,kapan lagi dapat kesempatan gini. Kapan lombanya, trus siapa aja yang ikut.” Aku mengiyakan tanpa pikir panjang.
“Satu tim itu ada 5 orang, jadi rencananya aku mau ajak kamu sama Ocha, nah kalau yang ikut kita semua khan nggak enak sama adek kelasnya, jadi aku mau ajak adek kelas juga satu. Kamu punya usul nggak kira-kira siapa yang bisa diajak?”
“Dinda aja gimana?” setelah berpikir agak lama aku memilih Dinda, karena menurut pantauanku selama satu semester ini memang Dinda yang cukup bergairah mengikuti kegiatan eskul mading.
“Bisa-bisa. Anaknya cukup kreatif. Ya sudah kalau gitu kita ajak Dinda.” Menyetujui.
“Trus satu lagi siapa?”
“Nah,,karna ini temanya pekan Muharram, pastinya bersifat islami khan. Kalau kita-kita aja, bakal susah nanti. Aku mau ajak anak ROHIS juga supaya kita bisa mudah dapat artikel-artikel islaminya.” Jelasnya dengan perlahan, sepertinya dia takut aku akan keberatan.
“Anak ROHIS!!!. Siapa??”
“Echy,,anak XI IPA 1. Aku sudah akrab sama dia, asik kok anaknya.”
“Ya sudahlah. Jadi kapan kita mulai buatnya, konsepnya gimana.”
Sebenarnya aku agak kurang nyaman dengan anak-anak ROHIS, aku tak punya alasan yang jelas kenapa bisa seperti itu, yah, mungkin karna belum terbiasa bergaul dengan mereka. Tapi dalam keadaan seperti ini apa boleh buat. Aku dan Febry memutuskan akan mulai merancang mading saat liburan semester nanti, jadi satu minggu liburan akan kami manfaatkan untuk membuat mading. Kedengarannya seru, terlebih akan ada rekan-rekanku dari mading Husairi dan Effendi yang kocak juga akan ikut membantu kami.





*Sepenggal Kisah Perjalanan Jilbabku*
Kota Tepian, 3 Juli 2011[

0 komentar: