Laporan Praktikum Q

Tampilkan postingan dengan label SUARA HATI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SUARA HATI. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 September 2011

SEBONGKAH KECEWA

Pernah nggak berada dalam posisi yang terasa hampa..
Merasa sepi di tengah keramaian..
Jemu dengan keadaan yang ada..
Seolah kehidupan bergulir tanpa dapat di nikmati sedikitpun..

Hari ini aku benar-benar merasakan itu..
Tubuhku seperti terikat,,ruang gerak dan udara yang serba terbatas..
Menyesakkan..
Rasanya aku ingin berlari dan berteriak kekuat-kuatnya..
Tapi nyatanya aku hanya dapat meneteskan air mata..
Cengengkah??
Mungkin ya bagi sebagian orang..
Entahlah aku tak peduli..

Ada sebongkah kecewa yang terlalu lama aku pendam..
Bukannya aku memelihara sebuah kecewa..
Hanya saja, aku lelah jika harus merasa kecewa akan hal yang sama..

Terlalu berlebihankah??
Aku hanya ingin dibawah atap ini ada ketenangan..
Menjadi tempat bersandar yang nyaman..
Bukan menjadi tempat untuk memupuk kecewa yang tak terselesaikan..



Kota Tepian, 18 Agustus 2011

Jumat, 26 Agustus 2011

INGIN MEMILIKI SEORANG KAKAK

Dari kecil aku pengen banget punya kakak. Yah, walaupun sebenarnya nggak mungkin karna aku akan pertama. Tapi tetap aja keinginan itu nggak pernah surut, bahkan sampai sekarang. Ada beberapa alasan kenapa aku pengan banget punya kakak.

1. Ketika itu aku masih anak tunggal sedangkan mama sama papa sama-sama punya pekerjaan diluar rumah. Jadi waktu masih kecil, setelah pulang dari TK aku nggak langsung pulang kerumah tapi kerumah tetangga yang memang mama minta untuk menjagaku sampai pekerjaan mama selesai. Tetanggaku itu punya anak dan semuanya lebih tua dari aku. Setiap pulang sekolah aku selalu disambut dengan hangat, seingatku ada dua orang kakak perempuan dan satu orang kakak laki-laki yang sangat akrab denganku. Mereka memperlakukanku seperti keluarganya sendiri sehingga aku benar-benar merasa nyaman dan merasa memiliki saudara, dari makan bersama, bermain, sampai tidur siang dan mandi pun bersama. Etsss, tapi jangan salah kaprah dulu yah, saat itu usia ku tidak lebih dari 5 tahun. J

2. Saat mama meninggal aku tinggal sama nenek dan beberapa orang tante, om dan sepupu yang kebetulan tinggal tidak jauh dari rumah nenek. Tapi tetap aja aku merasa sendiri, terlebih saat itu papa sibuk bekerja, jadilah aku benar-benar sendiri. Sebenarnya tanteku perhatian denganku, tak jarang aku diajaknya pergi berbelanja dan menikmati kelapa muda segar di pinggir sungai mahakam bersama anak perempuanya yang 2 tahun lebih muda dariku. Walaupun aku sangat akrab dengan sepupuku tersebut, tapi tak jarang kami bertengkar. Dan saat seperti inilah aku merindukan sosok pahlawan itu, sosok kakak laki-laki yang dulu selalu melindungiku saat kedua saudara perempuannya memusuhiku.

3. Saat air mata kerinduan kepada mama mengalir saat seperti itu aku merindukan sosok kakak perempuan yang selalu memanjakanku, mengajakku bermain boneka sampai aku lupa akan kesedihanku.

4. Ketika sudah beranjak remaja aku tinggal bersama ibu tiriku dirumah yang jauh dari nenek. Aku semeskali tidak merasa memiliki saurada. Kenapa?. Karna adik yang dilahirkan dari rahim mama sebelum ia meninggal tidak ada disampingku. Sejak mama meninggal adikku dirawat tante yang tinggal jauh dari kami. Aku benar-benar merasa sendiri dirumah. Aku ingin teman bermain.

5. Ketika sudah remaja, aku memiliki seorang adik dari ibu. Tapi tetap saja aku merasa sandiri, karna aku membutuhkan teman dirumah, teman untuk aku berbagi cerita tentang kejadian yang aku alami bersama sahabat-sahabatku.

6. Ketika mulai tertarik dengan dunia yang bersifat islami, aku merasa sangat membutuhkan kakak perempuan yang dapat mengajarkanku tentang adab-adab seorang muslimah. Yang juga dapat mendengar keluh kesahku dan memberika solusi dari semua permasalahanku.

Sampai detik ini pun ketika aku sudah memiliki beberapa orang adik, tetap saja aku masih mengiginkan adanya sosok kakak. Tapi aku sadar rasanya tidak mungkin jika aku mengangkat seorang laki-laki yang lebih tua dariku untuk menjadi kakak. Alhasil, sampai detik ini aku selalu berharap memiliki seorang kakak perempuan. Sebenarnya ada, aku memiliki beberapa orang kakak perempuan. Tapi sayang laut yang membentang memisahkan raga kami untuk bertemu.

Aku ingin kakak perempuan itu berada disini, disampingku. Yang dapat menjadi tempatku bersandar, mendengar kisahku, menghapus air mataku, menasehatiku dan yang terpenting mengajariku menjadi muslimah yang sesungguhnya.


 Kota Tepian, 25 Agustus 2011

Rabu, 17 Agustus 2011

MALAMKU

Entah sejak kapan malam-malamku menjadi begini..

Ruang yang semestinya menjadi tempatku berlindung..

Justru menjadi penjara bagi jiwa dan ragaku..

Bolehkah aku meminta udara bersih yang menyegarkan..

Beratkah permintaanku, aku hanya meminta untuk menghentikan kepulan asap itu..

Beratkah..??

Sungguh kepulan itu amat menyiksa ragaku..

Menekan jiwaku, karna tak ada kepedulian akan sebuah pinta..

Ingin rasanya aku berlari..

Namun kenyataanya aku hanya dapat diam..

Diam dalam tangis, kecewa dan sakit yang terasa..



Kota Tepian, 14 Agustus 2011

Senin, 15 Agustus 2011

GORESAN RASA


Sungguh indah ketika benih-benih keimanan itu tumbuh subur.

Merekah memberikan kesejukan jiwa.

Menyenandungkan kecintaan kepada Rabb-nya.

Selalu merasa dalam pengawasan-Nya.

Tak pernah lupa akan perintah dan larangan-Nya.

Tiap detik yang berlalu tak lepas dari sebuah kebaikan.

Indahnya jika keimanan itu tumbuh subur.



Kota Tepian, 10 Agustus 2011

KERINDUAN

Salahkah jika aku meminta lebih dari yang telah ada dalam hidup ku.

Salahkah jika aku menangisi yang telah terjadi.

Salahkah jika aku menginginkan kehidupan keluaga yang harmonis.

Sebuah keluarga yang penuh dengan nuansa islami. Rumah tangga yang dijalankan sesuai dengan islam. Yang didalamnya terdapat saling nasehat menasehati dalam berbuat kebaikan. Berlomba-lomba mengerjakan amal sholeh.

Aku memandang begitu indahnya sebuah keluarga yang di dalamnya menjalankan syariat islam. Betapa indahnya dapat solat berjamaah bersama keluarga. Dapat saling menasehati. Sungguh indah. Ketika berada dalam naungan keluarga yang menjalannkan syariat islam. Tiap anggota keluarga yang menjalankan perannya, sang ayah yang dapat menjadi teladan kepala keluarga yang bijaksana, sang ibu yang penuh kasih  dan anak-anak yang berbakti.

Betapa indahnya berada dalam keluarga yang mengerti agama dengan baik.

Salahkah jika aku menginginkan itu??

Tidak bersyukurkah aku??

Aku takut benih-benih keimanan ini akan mati jika tak tersirami. Keimanan ku semakin lama semakin redup. Aku takut cahayanya tak terlihat lagi.

Tak dapat ku tahan air mata yang membendung, terus saja tetes itu jatuh mengalir semakin deras begitu melihat pemandangan indah dari sebuah keluarga yang berada dalam naungan islam.

Sungguh aku rindu dan aku ingin berada dalam keluarga yang taat dalam menjalankan perintah Allah.

Ya Allah aku ingin.

Maafkan aku tak mensyukuri pemberianmu.

Tapi aku tak dapat membohongi diriku betapa inginnya aku berada dalam keluarga islami.



Dalam kerinduan akan naungan islam
Kota Tepian,9 Agustus 2011

JERIT HATI

Aku punya sebuah impian, tapi tak memiliki kekuatan untuk mewujudkannya. Selalu tertunduk pada keinginan Papa. Aku boleh memilih tapi pada akhirnya slalu harus mengalah.

Namun aku bersyukur karna sampai saat ini, tak ada larangan untuk ku berupaya mewujudkan mimpi. Meski dengan syarat aku pun harus memenuhi ingin Papa. Aku tak menyalahkan yang tlah terjadi. Profesiku bukan sesuatu yang buruk, aku menyukainya. Walau terkadang jenuh karna tak dapat menyeimbangkan dengan hausnya jiwa.

Aku memiliki banyak impian. Tapi berada dalam naungan ilmu akhirat merupakan harapan terbesarku.

Aku ingin menjadi muslimah sholeha. Tapi tak tau bagaimana caranya..

Aku ingin dapat membaca Al-Qur’an dengan baik. Tapi tak ada yang mengajarkannya..

Aku ingin mendadani akhlakku. Tapi tak ada yang membimbing..

Aku ingin belajar cara beribadah yang benar..

Aku butuh orang lain untuk mengajarkanku, membimbingku, menyemangatiku, menasehatiku dan menjadi tempat berkaca..

Terlalu manja kah??

Aku sudah berusaha, tapi aku tak bisa, aku tak bisa sendiri, aku tak berilmu..

Aku terlalu lemah, aku sering terjatuh, bahkan terjatuh sangat dalam..

Sulit untuku kembali bangkit, tapi impian itu sungguh benar, aku ingin menjadi musimah sholeha yang berakhlak mulia, aku ingin menjadi salah satu bidadari surga..

Aku butuh setidaknya seseorang berhati lembut yang bersedia menjadi penopangku, menemaniku, yang dapat dengan mengajaranku satu persatu ayat suci Al-Qur’an, yang memaklumi kejahilanku. Yang dapat menjadi cerminan seorang hamba Allah yang ta’at.

Aku lemah, aku fakir akan ilmu akhirat. Tapi aku ingin menjadi muslimah sholeha. Aku ingin bertemu Allah dan Rasulullah. Aku memang tak sekuat Asiyah istri Firaun. Tapi aku ingin sepertinya. Aku pun ingin rasa cintan pada Allah dapat bersemayan di hatiku. Benih-benih keimanan yang slalu tumbuh setiap harinya. Tapi lingkungan ku tak seperti taman surga, aku terlalu lemah. Kerap kali aku ikut terlena dengan gemerlap dunia.

Aku lemah, tapi aku ingin..

Aku ingin seperti mereka..

Aku ingin..

Seperti meraka yang ku sebut bidadari surga..

Ya Rabb..

Aku tak tau bagaimana caranya menjadi wanita sholeha..

Aku tak tau apa saja yang dilalukannya dari terbangun hingga tertidur lagi..

Jahilnya aku..

Tapi aku ingin belajar..

Sungguh aku ingin..

Aku memandang iri mereka yang berhijab sempurna..

Mereka yang berhiaskan akhlak mulia..

Mereka yang memiliki suara merdu ketika menbaca ayat-ayat-Mu..

Ya Rabb, sungguh aku ingin..

Aku ingin seperti mereka..

Ajarkan aku..

Bimbing aku untuk memahami satu persatu ayat suci Al-Qur’an..

Ajarkan aku menjadi muslimah sholeha..

Muslimah sholeha yang berakhlak mulia..




Dengan linangan air mata.
Kota Tepian, 7 Agustus 2011